Fasilitas terintegrasi yang baru dirancang untuk dapat mengolah sampai dengan 2,034 ton sampah yang dihasilkan Kota Tangerang per harinya. Proyeksi ini telah mempertimbangkan usaha Kota Tangerang untuk mereduksi sampah dari sumber sampai dengan 30%, sesuai dengan kebijakan dan strategi nasional pengolahan sampah Indonesia.

Kegiatan di Proyek ini diharapkan meningkatkan pemulihan dan penggunaan kembali material sampah sampai dengan 20% dan pemusnahan sampai dengan 73% material melalui pembakaran, konversi menjadi air dan pembangkitan biogas. Melalui kombinasi dari pemulihan dan pemusnahan materi, Kota Tangerang dapat mengurangi penggunaan lahan untuk penimbunan sampah dengan signifikan dan menggunakannya dengan lebih optimal, sehingga Pemerintah Kota Tangerang dapat tetap melakukan pelayanan publik ini secara berkelanjutan.